Makkah – Madinah Dalam Perenungan

06 Jun 2017 oleh Admin

Perjalanan umroh dua kali dari Madinah ke Makkah, terbayang perjalanan hijrah Rasulullah dengan sahabat Abu Bakar dari Makkah ke Madinah. Bayangan itu tentu tidak sesuai dengan kenyataannya. Tapi minimal membayangkan itu bisa merasakan betapa berat perjalanan hijrah beliau berdua dan sahabat yg lain. Ada rasa merinding, bukan karena takut, tapi amat kagum subhanallah. sepanjang jalan memandang hanya tanah tandus dan gunung gunung yg gersang. tidak ada tanda tanda kehidupan. Betapa besar pengorbanan Rasulullah sebagai manusia terbaik untuk perjalanan agama terbaik bisa eksis hingga akhir zaman. Perjalanan umroh dari Madinah. *ramai ramai dengan banyak teman *dengan bus yang full ac, *jalannya beraspal mulus, *santai, bisa tidur, minum, makan * aman tanpa ancaman. itupun berat kalau tidak terbiasa berkendaraan lima jam. Rasulullah dari makkah madinah *naik unta, *jalannya gunung berbatu terjal, *tanpa bekal yg memadai, *sepi dan mencekam *dibawah ancaman pemuda kafir quraisy yg mengejarnya. *waktunya bukan lima jam, tapi hampir 50 hari. Subhanallah, perjalanan berat, bersejarah dalam membangun pondasi peradaban Islam di Madinah. Perjalanan yg tidak mungkin terulang dan diulangi oleh anak manusia, siapapun dan kapanpun. Perjalanan Umroh itu… @bukan perjalanan wisata ruhani @tidak sekedar melepaskan kepenatan @ bukan karena liburkerja @bukan tuntutan sebuah status @bukan sekedar mencari pengalaman @bukan sekedar mau tahu @bukan untuk cerita sensasional Disinilah pentingnya niat. Perjalanan seberat atau seringan apapun, sedekat atau sejauh apapun, Yang menentukan nilai di hadapan Allah adalah Niat. Maka niat adalah pondasi dan nilai beda bagi sebuah perjalanan hidup anak manusia, kemanapun mereka berjalan. wallahu a’lam bis shawwab