Merebut Shof Pertama Shalat Jamaah

06 Jun 2017 oleh Admin

Setiap shalat berjamaah, ada pemandangan yang berbeda di masjid ar riyadh. Saat adzan berkumandan, santri sudah memenuhi shaf-shaf pertama, kedua dan ketiga kecuali dekat mihrab. Ini adalah bagian dari program untuk pendisiplinan santri dalam shalat berjamaah. Lebih baik menunggu shalat di masjid daripada masbuk. Harus menunjukkan antusias dalam beribadah dengan cara lebih cepat datang ke masjid. Dalil dan keutamaah sudah sangat jelas bagi para pemburu shaf pertama shalat berjamaah. dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا “Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari 580) Dalam hadits lain dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إن الله وملائكته يصلون على الصف الأول أو الصفوف الأول “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf pertama, atau di beberapa shaf yang awal” (HR. Ahmad dengan sanad yang jayyid, diperoleh dari fatwa Syaikh Sulaiman Al Majid Dari penjelasan dua hadist di atas sudah sangat jelas dan orang beriman orang termotivasi dengan meresponnya untuk mengamalkannya. Maka santri sejak dini sudah dilatih untuk mengamalkan ilmu yang sudah diketahuinya. Sehingga bapak-bapak warga menjadi termotivasi juga, kalau lambat sedikit bisa shalat di shaf kelima yang tentu ada perasaan rugi karena selama ini di shaf pertama. Inilah pentingnya fastabiqul khairat bagi semua orang-orang beriman.