Tiang Masjid Dan Tiang Agama

06 Jun 2017 oleh Admin

Catatan dari Madinah Saat shalat di masjid Nabawi bagian belakang, pandangan mata tidak bisa ditahan untuk menikmati keindahan arsitektur bergaya turki, ornamen seni tingkat tinggi, klasik dan islami Subhanallah….Maha suci Allah Pemerintah Saudi sebagai penjaga Haramain, tidak tanggung tanggung dalam mengokohkan bangunan masjid Nabawi. Tidak terbayang kerumitan dan biaya pembangunannya. Kemudian tiba tiba mata menatap tiang tiang masjid Nabawi yang jumlahnya ratusan dan berdiri kokoh. Ternyata tiang tiang itu memiliki multi fungsi, selain sebagai penyanggah bangunan. Didalamnya ada beberapa fungsi, bagian bawah untuk tempat AC, bagian tengah semua tiang untuk meletakkan mushab al Quran dan sebagian ada CCTV, bagian atas ada salon dan lampu lampu yang menempel dengan hiasan lafal Allah. Dengan optimalisasi tiang, masjid Nabawi menjadi anggun dan fleksibel. Sehingga ketika ada halaqah halaqah taklim berlangsung, meskipun berdekatan dan masing masing memakai pengeras suara maka jamaah tetap nyaman karena tidak bising dan orang beribadah didalamnya juga terkondisikan untuk bisa lebih khusyu’. Beralih ke masjid masyarakat Tiang masjid memang harus kokoh, tapi tiang agama harus lebih kokoh yaitu menegakkan shalat. Kekokohan tiang masjid tidak ada artinya ketika tidak ada orang orang yang menegakkan shalat didalamnya. Shalat menjadi standart dan amal pertama yang dihisab kelak dihari kiamat. Di masyarakat, banyak orang berlomba lomba membangun masjid yang megah dan mewah namun setelah selesai pembangunan, masjid menjadi museum untuk sekedar berlibur dan foto foto selfi bukan beribadah bahkan ada masjid yg seperti kuburan karena saking sepinya jamaah. Ada satu jamaah tapi dia yang adzan, dia yang iqomah, dia yang imam dan dia yang merangkap menjadi makmum. Kekokohan masjid Nabawi menjadi inspirasi dan kegigihan jamaah untuk shalat berjamaah lima waktu didalamnya juga menjadi penyemangat kaum muslimin. Memang Rasulullah mendoakan khusus bagi muslimin yg shalat di masjid Nabawi dengan 1000 kebaikan lebih baik dari shalat di masjid luar Haramain. Namun, tidak mungkin orang beriman di dunia ini setiap saat bisa shalat di masjid Haramain karena keterbatasan waktu dan tempatnya. Sehingga ketika shalat di luar masjid Haramain juga akan bernilai dan berlipat bahkan Rasulullah memotivasi barang siapa yg membangun masjid di dunia, Allah akan bangunkan rumah di surga. Kesimpulannya, mari tegakkan tiang masjid dan tiang agama yaitu shalat berjamaah di rumah Allah dimanapun berada. wallahu a’lam bis shawwab

Card image cap

Filosofis Tisu

06 Jun 2017

Semangat Berbagi

06 Jun 2017

Card image cap