Waspadai Anak Dari Bahaya Teknologi

06 Jun 2017 oleh Siswa

lpphbalikpapan.com ~~“Astaghfirullah….Astaghfirullah…Astghfirullah…..” kata seorang ibu muda “Ada apa Bu?” “Astaghfirullah…., Dua hari lalu tidak sengaja tadi ibu melihat si Adi sedang main-main dengan kemaluan adiknya” “Terus sudah ditanya baik-baik Adi?” “Iya, awalnya mau marah, tapi ibu coba tanya baik-baik. Ibu kira pernah lihat atau membaca di mana tapi ternyata….” “Ternyata apa Bu..” “Itu yang mengagetkan ibu, katanya Adi pernah dimainin kemaluannya oleh kakak kelasnya di sekolah” “Kan Adi sekolah di sekolah Islam di kota ini?” “Iya…bukan sekolah atau guru mengajarkan itu, tapi setelah ibu selidiki orang tua dari kakak kelasnya itu bebas memberi fasilitas HP dan tidak terkontrol.” Itu salah satu contoh peristiwa dari akibat tehnologi yang terlalu dini dan bebas kepada anak-anak. Tanpa kita sadari ternyata, anak-anak tersebut mendapat banyak pengaruh dari barang-barang yang kita fasilitasi seperti handphone, ipad, tablet, computer/laptop dan aneka games. Sumber paling berbahaya barangkali internet karena seperti toko serba ada. Kita cari apa saja tinggal ketik di Google search, muncul ragam informasi muncul. Tinggal klik, dapat gambar, video di youtube dan informasi apa saja ada. Teknologi memang seperti pisau bermata dua. Di satu sisi membawa manfaat, tapi di sisi lain jika tak digunakan secara bijak, juga bisa mendatangkan mudharat. Tugas kita sebagai orang tua adalah sejak awal menjadikan teknologi itu sahabat yang ramah dan baik bagi anak-anak. Ibu Dina seorang psikolog mengatakan bahwa salah satu darurat hari ini adalah bahaya pornografi dan kecanduan game di kalangan anak-anak. Berikut ini beberapa resiko penggunaan android atau gadget : Mudah terkontaminasi budaya atau karakter negatif. Keinginan untuk tahu dan meniru bagi anak-anak sangat tinggi, sehingga kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kalangan anak-anak sangat tinggi. Kemampuan psikomotorik berkurang. Menghabiskan waktu dengan gadgetmembuat kemampuan psikomotorik anak, kurang bergaul, sensitif, pemarah dan egois. Resiko radiasi elektromagnetik. Akibatnya perkembangan kognitif anak berjalan lambat, anak susah berkonsentrasi untuk menangkap pelajaran, suka menghayal, melamun dan daya tahan tubuh lemah. Kecanduan, kecanduan gadget sama berbahayanya dengan kecanduaan narkoba dan minuman keras. Pihak sekolah dan orang tua harus sepakat dan kompak untuk pembatasan penggunaan gadget kepada anak-anak. Memberikan teladan, pemahaman, aturan dan pengawasan secara ketat maka insyaallah anak-anak kita bisa bersahabat dan terselamatkan dari bahaya tehnologi gadget. Mari kita mulai dari kita, untuk anak-anak kita, di rumah-rumah kita dan mulai sekarang untuk menyelamatkan generasi masa depan kita. Wallahu a’lam bish shawwab.