Dauroh AlQuran Sekolah Pemimpin MTs Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Balikpapan

01 Jun 2017 oleh Admin

(LPPH Balikpapan) – Memasuki bulan suci ramadhan, banyak cara dilakukan untuk memanfaatkan bulan penuh berkah ini semaksimal mungkin. Tidak terkecuali yang dilakukan guru dan santri MTs Raadhiyatan Mardhiyyah Putra yang berlokasi di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan ini. Bulan ramadhan kali ini dimanfaatkan oleh dewan guru dan siswanya untuk melaksanakan kegiatan “Dauroh Al-Qur’an”. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 1 – 15 ramadhan. Kegiatan ini sendiri dipusatkan di mesjid Ar Riyadh Gunung Tembak Kegiatan kali ini diikutin sekitar 80 santri MTs kelas 7 dan kelas 8. Mursyid, selaku kepala sekolah mengatakan bahwa ini merupakan program yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Program ini bertujuan agar para siswa bisa memperbanyak ibadah di bulan ramadhan dengan serangkaian program yang telah ditetapkan oleh dewan guru. “Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan program rutin sekolah ketika memasuki bulan ramadhan. Ini merupakan program unggulan sekolah untuk melahirkan kader Islam yang tangguh dan berakhlaq” terang Mursyid “Selain itu, program ini menjadi washilah untuk memudahkan santri untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Selain itu, program ini juga untuk menambah khazanah pengetahuan santri agak dapat berdakwah sejak dini di masyarakat.” Tambahnya Setiap harinya, sejak pukul 02.00 para siswa sudah bersiap siap untuk memulai kegiatan dauroh ini. Pelaksanaan sholat lail merupakan kegiatan yang dilakukan setelah bangun tidur. Selain sholat lail, ada beberapa kegiatan ini antara lain sholat lail, ceramah subuh, materi tahsinul Al-Qur’an, halaqoh Qur’an kajian sebelum iftar dan sholat tarawih. Membiasakan melaksanakan shalat 5 waktu dan sholat sunnah merupakan budaya yang melekat pada para santri. Ini dibuktikan dengan semangatnya para santri untuk melaksakanan sholat wajib, sholat tarawih dan sholat lail bersama sama dengan jamaah mesji Ar-Riyadh. Meskipun masih berumur belia, mereka sudah mampu mengikuti ritme yang telah dilaksanakan di mesjid. Tidak mudah memang, karena sholat tarawih saja, untuk 8 rakaat menghabiskan bacaan satu juz Al-Qur’an. Begitupun dengan sholat lail, setiap malam imam membaca 1 juz Al-Qur’an. Meskipun menahan kantuk, para santri bisa melaksanakan sholat ini dengan lancar. Kegiatan yang sudah menjadi kebutuhan adalah menghatamkan Al-Qur’an pada bulan ramadhan ini. Bagi para santri yang mengikuti dauroh Al-Qur’an 15 hari ini, mereka ditargetkan untuk minimal khatam 1 kali, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk lebih dari target minimal. Selain itu waktu ini juga digunakan para santri untuk menyelesaikan target hafalan per tahun yang telah ditetapkan oleh pihak madrasah. Untuk memudahkan proses tersebut, maka pihak panitia membagi para santri dalam Halaqoh Al-Qur’an. Untuk halaqoh itu sendiri dilaksanakan setelah subuh, sebelum duhur, setelah sholat duhur, setelah sholat ashar dan sholat maghrib. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk para santri. Yang lebih utama, semoga Allah Subhana Wa Ta’ala mencatat kegiatan ini bernilai ibadah di sisi-Nya” Tutup Mursyid