Santri Hidayatullah Berpartisipasi di Kejuaraan Memanah Borneo Open 3 Balikpapan

01 Jun 2017 oleh Admin

Perhelatan Kejuaraan Memanah Borneo Open 3 Balikpapan telah usai. BO 3 yang digelar di Lapangan SDIT-SMPIT Istiqomah Balikpapan dan dilaksanakan dari tanggal 24-27 maret berjalan lancar dan diikuti oleh sekitar lebih dari 250- an pemanah dari dalam dan luar kota Balikpapan. Sebut saja Perpani Sinjai, Perwakilan dari Pontianak, DSR Jakarta, Samarinda, Berau, Tarakan, Balikpapan dan beberapa kota dan daerah lainnya yang turut meramaikan acara tersebut. Tidak terkecuali beberapa santri dari Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan yang ikut berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. Beberapa kategori yang diikuti antara lain SMP Prestasi, 18 Meter Pemula dan Barebow. Perwakilan dari MA RM Putra, Wahyudiansyah P dan Muh Amin Ikut di Kelas 18 Meter pemula, sedangkan Ali Herianto dan Wahyudi A Mengikuti kelas Barebow 18 meter. Tidak ketinggalan kelas SMP Prestasi yang diikuti oleh santri MTs RM Putra, Wahyu Rehaldi. Aulia Rahman, pelatih panahan mengatakan bahwa alasan mengikuti perlombaan ini untuk mengasah mental dan mengetahui seberapa jauh hasil dari usaha yang telah dilakukan sebelumnya. “Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan, meskipun belum bisa masuk ke 3 teratas. Tapi dengan apa usaha yang selama ini kami lakukan, sudah lumayan.” Ujarnya “ Yang paling utama adalah mental, ternyata anak-anak yang saya bawa ada beberapa yang tembakannya meleset karena grogi melihat lawannya. Semoga kedepannya bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi” ujar Rahman yang juga mengikuti Kelas 18 Meter Barebow. Meskipun tidak meraih peringkat teratas di kelas yang diikuti tapi hasil yang diraih sudah membanggakan. Untuk kelas pemula 18 meter, wahyudiansyah berhasil masuk ke 6 besar dan bersaing dengan pemanah lainnya. Meskipun pada awalnya grogi, Alhamdulillah diperjalanan bisa menembak dengan tenang dan fokus “Alhamdulillah, meskipun tidak di tiga besar, tapi setidaknya bisa masuk sepuluh besar. Itu sudah sangat berarti. Insya Allah saya akan berlatih lebih baik untuk hasil yang maksimal” ujarnya Kejuaraan ini menjadi indikator pencapaian dari latihan beberapa bulan terakhir. Selain melatih mental anak-anak, juga sebagai bahan evaluasi dari latihan yang dilakukan di sekolah. Hal menarik dari persiapan mengikuti lomba ini adalah anak-anak yang mengikuti kelas barebow. Barebow adalah kelas memanah yang menggunakan busur tanpa aksesoris dan boleh menggunakan horsebow (panah tradisional). Khusus untuk santri yang mengikuti kelas barebow, mereka menggunakan horsebow dan hasil rakit sendiri, begitupun dengan anak panahnya. Ini juga menjadi syiar untuk menyebarkan olahraga panahan dan juga menyebarkan penggunaan horsebow untuk khalayak umum.. Komunitas Panahan MARAMA PUTRA dibentuk awal medio 2016 dan mulai fokus latihan di akhir 2016. Komunitas ini bentuknya ekskul yang dilaksanakan di sekolah dan didanai secara penuh oleh sekolah. Siswa yang ikut mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Ini sebagai langkah untuk menjalankan olahraga sunnah yang memang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad. Komunitas panahan ini, selain menggunakan busur standar juga menggunakan dan bahkan merakit jenis Horsebow (Panah untuk berkuda) Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, menambah perubahan sikap pada para santri untuk bisa fokus dan tenang dalam menjalani kehidupannya. Karena memanah itu bukan hanya membutuhkan kekuatan, tapi sangat membutuhkan ketenangan, fokus dan mental yang baik Selain santri putra, santri putri pun tidak ketinggalan dalam berlatih memanah. silahkan lihat link di bawah ini