Berkurban Adalah Panggilan Hati

13 Jun 2017 oleh Admin

lpphbalikpapan.com~~Berkurban itu bukan masalah mampu dan tidak mampu secara materi atau kekayaan. Dalam realitanya banyak orang kaya dan mudah untuk mengkredit rumah, mobil, HP bermerk atau motor bahkan lebih dari satu tapi ternyata mereka tidak mampu untuk menyembelih kambing atau sapi yang harganya tidak lebih mahal. Sebaliknya ada orang-orang yang setiap harinya tidak pernah makan daging sapi atau kambing karena saking miskinnya tapi di hari Idhul Adha ini mereka bisa menyerahkan seekor kambing. Sepertinya tidak masuk akal tapi imannya yang sudah masuk di hati menjadikan logis. Perintah berkurban memang bukan untuk orang kaya atau mampu tapi bagi orang-orang beriman. Keberimanan itu masalah keyakinan dalam hati. Mereka bisa saja kaya atau miskin tapi keimanannya yang mengantarkannya bisa berkurban dengan berbagai cara yang ditempuhnya. Keimanan selalu melahirkan jiwa-jiwa untuk rela berkurban. Sehingga pengorbanan apapun akan ditempuh dengan berbagai cara untuk bisa membuktikan keimanannya. Kisah tukang becak di Surabaya yang berkurban bisa diambil salah satu contohnya. Dia dengan pekerjaan jasa yang tidak jelas penghasilannya setiap hari, berusaha untuk menyisihkan sedikit dari penghasilannya yang sedikit untuk berkurban. Tiga ribu sampai lima ribu rutin disisihkan setiap hari sehingga satu bulan berhasil mengumpulkan uang 120 ribu dan dia serahkan kepada panitia Kurban di masjid dekat rumahnya. Sehingga dalam satu tahun, uangnya bisa terkumpul 1.300.000,- dan cukup untuk berkurban satu ekor kambing. Allahu Akbar! Sebaliknya, ada orang-orang yang bergembira dengan datangnya Idhul Adha karena bisa mendapatkan daging sapi dan kambing gratis. Padahal selama ini menu makannya sudah terbiasa dengan daging-daging. Ada yang senang mendapatkan pembagian daging kurban dari banyak masjid atau teman, sementara dia sendiri tidak berkurban. Setiap tahun berulang seperti itu, bangga dengan apa yang dia dapatkan dari orang yang berkurban tapi tidak berusaha untuk memberi pengorbanan. Keimanannya di hati masih lemah sehingga keterpanggilannya untuk berkurban juga melemah. Pikirannya masih belum tercerahkan sehingga alasan-alasan kebutuhan mendesak selalu menghantui dirinya untuk mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Pengorbanan panggilan hati-hati yang beriman dan tercerahkan oleh keyakinan. Keimanan melahirkan cara-cara yang kreatif dan tidak mengenal lelah untuk berkurban yang terbaik untuk Allah. Ada kesadaran tinggi bahwa hidup ini memang harus berkurban untuk Allah sebab sudah terlalu banyak nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. Sebenarnya, seandainya perintah berkurban itu harus 100 ekor kambing dan sapi maka yakin dengan hati yang beriman, maka orang-orang beriman pasti bisa melaksanakan. Apalagi hanya seekor kambing yang tidak sebanding dengan nikmat Allah dan kebesaran-Nya. Wallahu a’lam bish shawwab